Bike 2 Work_My New Lifestyle

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaa ha illallahu allahu akbar!

Lagi-lagi ucap syukur tak pernah boleh terlupa. Karena nikmat-Nya senantiasa datang silih berganti seolah tanpa jeda. Nyiur lambai suasana rayuan pulau kelapa, cukup membuat diri terlena. Namun, ini bukan lena yang mengacaukan, melainkan sebuah kejadian yang memantapkan jiwa. Bahwa, Dialah, Allah Yang Maha Esa, Maha Kaya, Maha Memberi, dan juga Maha Mensyukuri (Q.S Al Baqarah: 158).

Selasa malam itu seperti biasa, jadwal Liqo’ dengan ikhwah di Tanjung Barat, tak jauh tempatnya dari kostan saya. Tapi, memang ada yang beda dari biasanya. Liqo’ tak lagi dilaksanakan di rumah Murabbi, melainkan di rumah salah satu mutarabbi yang lokasinya menjadi semakin agak jauh dari kostan saya. Pertemuan dengan ikhwah satu grup Liqo’ itu memang selalu saja membakar semangat, banyak cerita yang didapatkan dari meraka semua. Masing-masing punya jalan cerita kehidupannya, dan saya senang bisa belajar dari mereka. Ketulusan, kegigihan, dan keikhlasan mereka menjadi salah satu aktor dalam percaturan dakwah di negeri ini.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan 24.00wib. Waktunya mengakhiri sesi Liqo’ dan saya pun pulang bareng dengan Murabbi. Di tengah perjalanan, diketahuilah bahwa selama ini saya sering jalan kaki ke kantor, selain “ngirit”, karena memang jarak tempuhnya tidak terlalu jauh. Lagipula, saya memang biasa suka jalan, kebiasaan sejak di Bandung empat tahun silam. Dari perbincangan tersebut, Murabbi, menawarkan untuk meminjamkan sepedanya. Beliau tak lagi menggunakan sepeda itu, dan jadi mubazir jika dibiarkan saja di rumah.

Inilah sepeda yang saya gunakan untuk Bike 2 Work ^_^

Inilah sepeda yang saya gunakan untuk Bike 2 Work ^_^

Mau.. mau.. mau, Ustadz”, begitu seru saya ketika ditawari sepeda untuk digunakan berangkat kerja.

Selasa malam itu juga, sepeda sudah “ngamar” di kostan saya. Dan keesokan harinya (Rabu, 13 Februari 2013), menjadi hari pertama saya Bike 2 Work sampai dengan hari ini dan seterusnya. InsyaAllah ^_^

Selain untuk bekerja, tentu saja banyak manfaat lain dari sepeda ini yang dapat saya petik. Menjadi wasilah salah satu dari 10 Muwashoffat Tarbiyah, Qawiyyul Jizmi (Kuat Jasmaninya). Apalagi teringat salah satu hadist, “Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah“. (Riwayat Muslim)

Salam hangat dan semangat selalu dalam dekapan ukhuwah by Muhammad Joe Sekigawa, SST

Seorang Pembelajar Sepanjang Zaman who has a great dreams

A Social Worker fresh graduated from Bandung College of Social Welfare (BCSW), Department of Social Rehabilitation

Staf DRM (Disaster Risk Management) PKPU Pusat, Jakarta.

Staf Ahli Bidang Relasi Publik, Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI) masa bhakti 2012-2013

Selesai ditulis pada hari Sabtu pagi, 06 Rabiul Akhir 1434 Hijriah/ 16 Februari 2013 at 07.27wib @Kamar kostan, Jl. Swadaya II-C No. 56-C, Tanjung Barat-Jagakarsa, Jakarta Selatan.

About these ads

Tinggalkan Jejak ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: