09.23.08
Ceritaku Masuk STKS Bandung
Aku jadi inget, beberapa waktu yang lalu banyak teman-teman yang menanyakan seperti ini, “Eh Jok, gimana sich ceritanya kamu bisa masuk di STKS ini?”. Deg, langsung saja aku kaget. Belum pernah sebenarnya aku berfikir kenapa ya aku bisa masuk di sini, bahkan aku sempat tidak sadar owh ternyata aku sudah ada di sini ya, di STKS Bandung. He he he aneh yaw..
Tapi kalo diminta untuk menjelaskan, aku bisa masuk di STKS ini merupakan sebuah proses yang panjang dan memang kejadian kebetulan-kebetulan (tapi aku menyebutnya sebuah jalan yang diberikan oleh Allah SWT). Awalnya aku tidak tahu menahu tentang PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) yang namanya STKS atau Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial ini. Ini semua bermula ketika aku memulai pencarian agar bisa kuliah di Perguruan Tinggi Negeri dengan mendapat beasiswa atau masuk di Perguruan Tinggi Kedinasan dengan free cost atau dibiayai oleh pemerintah secara penuh. Nah, dari sinilah dimulai pencarian demi pencarian dan ketika sedang surfing di internet, aku menemukan salah satu BLOG anak STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara) Bogor. Dia menuliskan bahwa sekitar akhir bulan Juni 2008 akan diadakan PTK Expo yang diadakan di GOR Volley Indoor Senayan Jakarta. Ya akhirnya dengan penuh semangat aku dapat menghadiri PTK Expo tersebut, di sana aku memperoleh pengetahuan baru tentang banyaknya PTK-PTK di Indonesia, namun sayangnya masyarakat kita banyak yang kurang tahu bahkan tidak tahu sama sekali mengenai keberadaan PTK-PTK ini, sebut saja STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat), AIM (Akademi Imigrasi), STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik) dan masih banyak lagi termasuk STKS juga, tapi aku yakin kalian pasti masih sangat asing kan dengan PTK-PTK ini, sama, aku juga dulu itu baru tahu, owh ternyata ada ya, yang aku tahu hanya STAN dan IPDN saja.
Ternyata banyak sekali yaw PTK-PTK yang bisa menjadi pilihan, eits jangan salah, ternyata PTK-PTK ini juga mematok persyaratan tertentu untuk menjaring para calon mahasiswanya. Nah, dari sekian banyak PTK-PTK ini, PTK yang bisa aku masuki adalah hanya di STKS saja. Kenapa..?karena yang lainnya ada yang mensyaratkan bahwa harus lulusan SMA jurusan IPA, atau ada yang harus dari SMK jurusan Elektro, Mesin atau Listrik, ada yang harus memiliki tinggi badan minimal 175 cm, aduh..pusing dech, padahal tahu sendiri background aku tuh dari SMK jurusan Geologi Pertambangan dan hanya memiliki tinggi 165 cm. Hanya STKS inilah satu-satunya PTK yang hadir dalam PTK Expo tersebut yang berbaik hati bahwa pokoknya dari SMA/SMK/MA sederajat itu sudah bisa mendaftar dan mengikuti ujian saringan masuk. Lalu dengan bertanya sedikit tentang STKS ini di Stan pamerannya(tanpa mendapat brosur karena sudah habis) aku berniat untuk mendaftar di sini. Lalu aku bertanya, apakah harus mendaftar dan mengikuti tes di Bandung..?Ternyata tidak, di Jakarta sendiri kita bisa mendaftar dan tes di kantor DEPSOS RI jalan Salemba Raya Jakarta Pusat. Akhirnya mulailah aku mendaftar di sana, lalu ada satu kendala lagi, ternyata yang mendaftar di sini tidak bisa atas nama perorangan, artinya kita harus bisa mendapatkan rekomendasi dari salah satu ORSOS, LSM ataupun organisasi berbasis kemasyarakatan lainnya (dalam kenyataannya kita bisa minta dari Karang Taruna atau dari Remaja Masjid, dan kebetulan aku sendiri dapat rekomendasi dari Masjid Al-Jihad Jakarta Utara).
OK lah aku sudah mengantongi semua persyaratan untuk mengikuti tes masuk STKS ini, akhirnya tes pun dimulai dan yang mengherankan lagi (dan aku juga sempat ragu) yang ikut tes kok cuman 24 orang itupun digabung dengan calon mahasiswa yang sudah pegawai negeri. Tapi its OK lah. Terus saja aku mengerjakan soal dengan penuh keyakinan karena kemaren-kemaren udah belajar dengan sungguh-sungguh. Tes sudah selesai, tinggal menunggu pengumuman kelulusan dan pada saat pengumuman aku langsung telfon ke STKS langsung dan menanyakan apakah lulus atau tidak. Alhamdulillah, ternyata aku lulus dan merupakan salah satu penerima beasiswa yang disebut dengan IB PBP (Ijin Belajar Penerima Bantuan Pendidikan).
Inilah jalan ceritaku kenapa bisa sampai di STKS. Memang sich ceritaku ini tidak begitu menarik, tapi bagi sebagian orang yang ingin terus mempertahankan asanya dalam mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi meskipun tidak mempunyai dana atau orang tua tidak mampu membiayai, ceritaku ini bisa untuk dijadikan pecut bagi kita untuk terus maju. Yakinlah ketika kita ingin mengubah keadaan kita saat ini selalu MESTAKUNG (meminjam istilah dari AA Gym) yang artinya semesta akan selalu senantiasa mendukung dan tentu saja harus selalu berdoa kepada Allah SWT agar dimudahkan jalan kita.
Selalu ZemangaTz….
09.20.08
Versi Campuran 4 Bahasa
He he..Terlintas sejenak di pikiranku buat nulis cerita keseharianku yang ga jelas dengan menggunakan 4bahasa yakni bahasa indonesia, English, Nihongo, dan Boso Jowo. Mungkin jika nanti ada yang nyasar into my BLOG pasti akan kebingungan, “Ini bahasa apa yaw?” he he Tapi di sinilah isengnya aku. Yach namanya juga iseng isinya jadi ga jelas..Eittsss tapi jangan salah, meski iseng tapi juga mengandung maksud tertentu low..Coba tebak, siapa tahu…?Hah ga ada, maza sich..Ya di sini kita masih bisa mengunakan bahasa nasional kita, bahasa asing serta bahasa daerah secara bersamaan dan saling melengkapi. Semoga bermanfaat..Douzo..
Hari-hari kuliah itu tidak seperti waktu dulu SMA, dan tidak sama pula dengan orang yang bekerja. Perbedaan menonjol yang aku rasakan itu pada saat pembelajaran di perkuliahan, kita dituntut mandiri, dosen datang, sedikit jelasin soal materi, udah dech dikasih tugas, sering juga berdiskusi tentang isu-isu terhangat, hal ini bisa melatih kepekaan kita terhadap masalah di lingkungan sekitar serta berusaha merumuskan pemecahan permasalahannya. Bedo karo pas isih kerja tok Daihatsu biyen, kerja iku sarat banget karo rutinitas, kerjo, turu, imbah-imbah, mangan trus kerja maneh, pokoke jenuh banget. Lha yen tok kuliah iku bedo, kene iso milih jadwal keguatan sing arep kene eloki, pancen ana berbagai macem kegiatan mulai tok masjid melu KMM (Keluarga Mahasiswa Muslim), Lab bahasa, Taekwondo, SBSM sing sering tok alas lan latihan nanggulangu bencana, nyanyi, nganti sinau gamelan Sunda. Tapi iku kabeh ora wajib, terserah awak dewe arep melu opo, yen bocahe aktif yo dadine akeh pengalaman, nanging yen bocahe jan males tenan yo bakalan ora dadi popo, ing kene awak dewe diwenehi pilihan kanggo dadi bocah aktif utowo cah mblarah. So, because we are given a chance to choose that what activities the best for us, that is very democratic system. What to be us in the future is what we have done today.
Hajimemashite..Ohayou gozaimasu..Watashi wa Joko desu, douzo yoroshiku onegaishimasu. Wathashi wa jyu kyu sai desu. Bojonegoro ni sunde imasu. That’s enough bout Nihongo cause I am newby in learning Japanese language.
Ada sich cerita lain, tapi lebih ke arah curhat gitu dech tentang apa yang aku khawatirkan, takutkan, rasakan, pikirkan dan rencanakan untuk hari ke depan. First, aku masih mau hidup lebih lama lagi karena aku khawatir kalo saja nyawaku dicabut hari ini, aku sudah tidak bisa menambah amal lagi dan aku juga takut jika di alam kubur sana malaikat menyiksaku dengan sangat keras akibat perbuatanku semasa di dunia. Sekarang perasaanku menjadi gundah, apakah yang telah aku lakukan selama ini, mengumpulkan pahala atau kah malah semakin menumpuk dosa..? Alhamdulillah Allah masih membuka hatiku agar masih dapat berfikir untuk memperbaiki atau paling tidak upaya untuk mengurangi kualitas dosa-dosa yang terdahulu menjadi sekecil mungkin. Oleh karena itu, rencanya ke depan insyaallah mulai sekarang aku akan berusaha mulai menghafal lebih banyak ayat-ayat Al-Qur’an, melaksanakan yang sunah serta berusaha tepat waktu pada yang wajib. Tentu hal ini tidaklah semudah membalikkan lembaran kertas, semua itu perlu proses dan aku yakin jika kita mau berusaha berubah dan terus berusaha tanpa kenal lelah, PASTI ada hasilnya, semoga Allah meridhoi Amiiinnn..!!!
Nah itu adalah gambaran keadaanku saat ini yang hubungnnya dengan sang Pencipta, Allah SWT. Lalu, jika dilihat masalah duniawi, sebenarnya aku khawatir jika saja dalam UTS nenti yang dilaksanakan mulai tanggal 8 Oktober, aku kurang persiapan, terlebih lagi aku salah persiapan belajar. Kenapa seperti ini, karena sampai saat ini aku masih kurang sepaham dengan kelakuan para dosen yang seenaknya masuk dan seenaknya memberi tugas dan seenaknya pula memberikan nilai tergantung dari kedekatan mahasiswa dengan dosen. Padahal tidak seperti ini seharusnya, sebagai dosen harusnya kita objektif dalam menilai mahasiswanya. Memang aku akui aku tidaklah pintar, tapi paling tidak janganlah mengendorkan keinginan kami untuk berusaha lebih keras, itu sama saja dengan mematikan kreatuvutas dan kecerdasan mahasiswa secara terhormat. Beli buku “X” dapat nilai “A”, ngasih barang “Y” dapat nilai “A”, kerjain tugas “W” dapat nilai “A”, mending kalo kerjain sendiri, kebanyakan tinggal cory paste dan tidak ada sense di prosesnya sama sekali. Jadi ini benar-benar tindakan warisan nenek moyang dosen-dosen terdahulu yang tidak patut kita laksanakan lagi. Namun, memang susah, di saat standar yang dibuat oleh manusia itu sudah dusepakati bersama, terlepas dari benar tidaknya keputusan itum ya itulah yang dilaksanakan, aku di sini hanya bisa mengeluh, mengeluh yang tak pernah aku tunjukkan pada siapapun. Apalagi menjadi PBP adalah punya tanggungan sendiri yaitu harus mendapat IP di atas 3,0. Aku takut jika saja nanti saat ujian aku belum bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan seperti ini, namun asa tidak pernah mati, ternyata masih juga ada satu atau dua orang manusia yang sepaham denganku, jadi kami masih bisa berjuang bersamasampai lulus D IV nanti, Amiiin. Perasaanku sekarang sudah tambah lega, aku bisa berfikir agak jauh ke depan, kenapa ini begini dan kenapa ini begitu, ternyata semua memiliki peran dan pemikiran sendiri-sendiri, oleh karena itu aku sudah merasa nyaman dan tidak terusik lagi oleh mereka yang berbeda pandangan denganku, bahkan kami bisa menjadi teman baik dan saling membantu dalam keperluan sendiri-sendiri. Aku hanya berfikir untuk saat ini, aku bisa mendapat nilai bagus dengan perjuangan sendiri, membiayai dana kuliah dengan keringat sendiri (kalau pun kakakku memberi akan aku terima dengan senang hati, namun jika tidak sebisa mungkin aku tidak akan meminta selama seluruh anggota tubuhku masih kuat). Tapi memang sebenarnya sangat kontras dengan keinginan pribadiku yang tidak realistis, sebenarnya aku sangat ingin hanya konsen ke mata kuliah dan aktif di segala bidang kegiatan baik di dalam maupun di luar kampus. Aku sebenarnya ingin menggunakan wakti 24 jam yang aku miliki full dengan belajar, kegiatan kampus, luar kampus, ibadah, dan tidur 4 jam sehari. Namun mungkin inilah yang terbauk, jika aku diberi kelebihan harta seperti itu, mungkin aku akan terlena dan tidak akan pernah bisa berfikir untuk menjadi insan bermanfaat seperti sekarang ini. Memang Allah itu Maha Adil, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Jadi rencanya ke depan, aku harus tetap semangat bisa bagi waku antara belajar, kegiatan di kampus, kegiatan di luar dan membantu masyarakat yang membutuhkan (rencanyanya pergi ke Panti Tunanetra untuk bantu menuliskan tugas atau pun sekedar membacakan saja. Cari kerja sambilan juga merupakan suatu keharusan agar tetap bisa kuliah hingga selesai.
SEMANGAT..Aku minta doa dari kawan-kawan semua..
Thats all for my story today and I won’t bored to share what can I share and what can I do to each other.
IBSN: Memahami Hakikat Hidup Diri Kita
Sebelumnya aku belum pernah memikirkan tentang hakikat hidup kita di dunia ini, semua ceramah-ceramah yang pernah aku dengar melalui pengajian hilang lalu begitu saja tanpa ada rasa di dalam hati untuk mengkaji lebih dalam lagi. Dan di bulan ramadhan pada tahun inilah segalanya bermula. Dimulai dengan ikut Nihongo Club STKS Bandung (NCSB) di STKS, aku kenal dengan Teh Nia, beliau adalah mahasiswi STKS angkatan 2005. Teh Nia mengajak aku (dan teman-teman yang lain) untuk ngabuburit di Masjid Salman ITB. Nah di sana kami secara tidak sengaja kami bertemu dengan Teh Mellin, beliau adalah alumni UPI jurusan Sastra Jepang. Nah disaat ngobrol banyak tentang Jepang inim dibahas pula efek negatif ketika hidup di Jepang, dikatakan di sana itu sangat jarang sekali adanya masjid, jadi untuk ikhwan sungguh sangat tragis jika tidak bisa sholat Jum’at, padahal itu kan kewajiban. Percakapan terus berlanjut hingga merembet kepada masalah-masalah lain mengenai pemahaman agama Islam. Akhirnya kami sepakat untuk mengadakan kajian Islam dalam kelompok kecil dan materi atau bahasan uang sangat mendasar perlu kita pahami adalah mengenai hakikat hidup manusia.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. 23:115 bahwa manusia itu diciptakan Allah secara tidak main-main dan akan dimintai pertanggungjawaban. Karena saking tidak main-mainnya Allah telah membuat perjanjian dengan kita di waktu pada saat berada di alam sebelum alam rahim, yakni alam ruh. Kita semua telitanya oleh Allah SWT menganai kesanggupan kita untuk beribadah mengakui-Nya sebagi sati-satunya Rabb alam semesta ini, jika saja kita tidak menjawab pertanyaan Allah tersebut, tentu kita tidak akan pernah terlahir dan ada di dunia ini. Kehadiran kita di dunia ini merupakan konsekuensi atas apa yang telah kita sepakati dengan Allah SWT jauh sebelum kita berada dalam alam rahim. Hal ini dalam dilihat dalam QS. 7 : 172
Maka dapat disimpulkan bahwa, kita berada dan hidup di dunia ini sudah ada tujuannya, yaitu beribadah kepada Allah serta mengharap ridhonya agar kita dapat memenuhi janji kita dahulu yang telah disepakati langsung oleh Allah SWT. Janganlah kita menyia-nyiakan waktu yang hanya sebentar ini hanya untuk menuruti hawa nafsu dunia yang fana. Sebenarnya pahala atau amalan kita di dunia yang hanya sebentar ini tidaklah cukup untuk membayar surga Allah yang kekal abadi, maka kita hanya bisa masuk surga karena ridho dari Allah SWT. Jadi marilah kita bersama-sama senantiasa memurnikan ketaatan kita kepada Allah dengan car menjalankan ssegala perintah-Nya dan menjauhi segala laranan-Nya. Tentu akan menjadi masalah lagi jika kita salah dalam mengambil sikap untuk memurnikan ibadah kita, standar ibadah yang diterima oleh Allah SWT adalah apa yang telah tertulis dalam Al-Qur’an dan diperjelas dengan Sunah Nabi SAW. Semoga kita semua selalu mendapat petunjuk dari-Nya, Tuhan Yang Maha Pengasih, amiiin. Semoga dengan membaca artikel yang sedikit ini, hati kita bisa tergerak, paling tidak untuk mencari sumber kebenaran yang lebih dalam kajian Al-Qur’an. Sekian Assalamu’alaikum wr.wb
09.14.08
IBSN : Opiniku Tentang Puasa
Assalamu’alaikum wr.wb
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertakwa” inilah firman Allah SWT dalam Al-Qur’an sebagai landasan bagi kita semua umat muslim untuk wajib dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Begitu besar ampunan dan pahala Allah SWT pada bulan Ramadhan ini, namun banyak diantara kita yang kurang paham akan hal ini, atau kah tidak mau mencari tau sehingga tidak paham..?
Mungkin kita terlupakan karena kenikmatan dunia ini, seringkali masyarakat kita menganggap bahwa cobaan dari Allah SWT itu adalah berupa kesengsaraan, ketidakbahagiaan, serba kekurangan dalam kemiskinan dan lain-lain yang menggambarkan ketidaksejahteraan dalam hidup ini. Padahal tidak seperti itu, justru kenikmatanlah (baik berupa harta atau kedudukan) yang paling banyak menyeret kita menuju ke jalan neraka. Kenapa..?karena dengan harta kita bisa membeli minuman keras, bermain judi, main perempuan, bahkan bisa membeli keadilan. Dengan kekuasaan menyebabkan kita tidak adil, angkuh, sombong dan bersikap semena-mena kepada sesama. Ironisnya, kelakuan seperti ini kebanyakan tidak disadari oleh mereka, mereka menganggap perbuatannya itu paling benar dan tidak pernah salah.
Nah, alasan-alasan itulah yang tercermin dalam pelaksanaan bulan puasa ini, orang tidak takut lagi melanggar perintah puasa, perintah zakat bahkan perintah sholat pun mereka langgar dengan sangat begitu entengnya. Na’udzubillah..
Penulis di sini hanya bermaksud untuk mengajak kita semua untuk me-review segala tindakan kita di masa lampau, sudah benarkah, sudah luruskah, atau masih berkelok-kelok dan tidak tentu tujuannnya. Penulis pun sadar betapa susahnya menjadi orang baik di zaman ini, begitu mudah menciptakan konflik, begitu mudah menciptakan perpecahan, dan apa yang telah kita lakukan, hanya berdiam diri saja termangu tak tahu kebenaran dan bahkan mendukung tindakan-tindakan yang sangat di luar batas-batas aturan Islam.
Semoga di bulan Ramadhan kali ini, kita senantiasa mendapatkan pencerahan dan semoga dapat terus mengupayakan diri kita untuk meluruskan jalannya, jalan menuju kebahagiaan surga Allah SWT Amiiinn..
Wassalamu’alaikum wr.wb
09.05.08
Review Kegiatan STKS
Berikut ini akan saya paparkan kegiatan-kegiatan apa yang ada di STKS dalam minggu-minggu kemarin. Pada tanggal 25 Agustus 2008, bertempat di aula lantai 3 STKS Bandung diadakan kuliah umum yang mengusung judul “Pengembangan Sumber Daya Manusia merupakan Pembangunan Sosial Untuk Masa Depan” dengan pembicara Bapak Prof. Dr. Haryono Suyono (profil beliau dapat dilihat di www.haryono.com). Kuliah umum ini pada intinya mengajak serta mengarahkan STKS agar bisa lebih dekat dengan masyarakat, artinya bahwa STKS ke depan diharapkan bisa merangkul seluruh lapisan masyarakat untuk menggapai kesejahteraan bersama.
Selanjutnya adalah Ta’aruf yang diadakan pada tanggal 29-30 Agustus 2008 oleh Keluarga Mahasiswa Muslim (KMM) Bandung guna menyambut para mahasiswa baru tahun ajaran 2008/2009 dengan tujuan agar kami semua bisa saling mengenal dan membina ukhuwah bersama. Dalam acara Ta’aruf ini juga sangat seru karena ada sesi “Spiritual Motivation” by Al Ustadz Eri Taufik Abdul Karim (Kalifa Syari’a Consultant) dan juga acara Out Bound yang diadakan di Hutan Raya Dago.
Dan mulai kemarin awal puasa, acara rutin digelar di Masjid guna mengisi kegiatan menjelang buka puasa hingga Tadarus Al-Qur’an rutin tiap hari hingga Lebaran tiba.
Seminar “Penelitian Sosial Untuk Perubahan Kebijakan Situasi Anak di Panti Asuhan”
Hari Kamis kemarin, tepatnya tanggal 4 September 2008 di aula lantai 3 STKS Bandung diadakan seminar tentang “Penelitian Sosial Untuk Perubahan Kebijakan Situasi Anak di Panti Asuhan”. Acara digelar dimulai pukul 10.00 hingga sore hari. Tidak tanggung-tanggung, acara ini dihadiri oleh Bapak Menteri Sosial RI, Bachtiar Chamsyah untuk membuka acara dan dialog singkat mengenai permasalahan panti asuhan dengan peserta seminar. Tiap peserta dibagikan buku berupa hasil penelitian tersebut yang dicetak dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Perlu diketahui penelitian ini didukung penuh atas kerja sama dari The Ministry of Social Affairs (DEPSOS RI), Save The Children UK, dan UNICEF. Penelitian ini melibatkan orang-orang dari pihak DEPSOS, Save the Children, tim pekerja sosial dan penelitian sosial dari STKS Bandung, Universitas Indonesia, dan UIN Jakarta. Ketua penelitian ini adalah Florence Martin dan Tata Sudrajat, sedangkan ketua timnya adalah Kanya Eka Santi dan Harry Hikmat. Penelitian dilakukan di 6 Propinsi di Indonesia, Aceh, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Jawa Tengah serta di sebuah institusi percontohan DEPSOS di Jawa Tengah (PSSA Tunas Bangsa, Pati). Kembali lagi ke acara seminar kemarin, di aula lantai satu juga ditampilkan berbagai foto hasil penelitian di panti asuhan yang memperlihatkan keadaan sesungguhnya di panti asuhan, namun juga ada hal yang menarik, yaitu melibatkan dari anak-anak panti asuhan untuk urut serta dalam penelitian ini. Akhir kata, acara ini sangat bermanfaat sekali bagi kelanjutan kebijakan bagi anak-anak yang berada di panti asuhan saat ini. Selain itu seminar ini juga bisa menggugah pemahaman para mahasiswa STKS untuk bisa berfikir secara konsep dan penerapan mengenai pekerjaan sosial itu sendiri.
SALAM STKS





